Wednesday, June 19, 2013

Ini bulan enam, Saudara!

Halo,

Bulan Juni sudah menyapa. Mungkin, menjadi satu hal yang ditunggu bagi orang lain. Atau barangkali ada yang ingin mempercepatnya menjadi bulan berikut. Bagi saya, Juni ini momok yang cukup menegangkan. Kenapa? Karena setelah Juni adalah Juli.

Ada alasan di balik itu. Ya, alasan yang cukup bikin saya kepengin mengulur Juni ini selambat kura-kura berlari. Karena ketika Juli tiba, saya akan semakin merasa tegang.

Semua itu karena di bulan Juli akan diadakan Noryouku Shiken. Sesuai namanya berarti ujian kemampuan. Bukan kemampuan magic, tapi kemampuan bahasa Jepang. Akkkkkk *terjun payung*
Pasalnya sampai sekarang pun saya belum belajar! Sok-sokkan tenang, padahal kalau ikutan belum tentu bisa lulus. Sekali lagi. BELUM BELAJAR, saudara-saudara. Lah, lalu kenapa nggak belajar? Jawabannya, malas. Huahahaha. Bukan benar-benar malas. Tapi, karena tidak ada yang mengajari saya (ini bukan alasan, harap dimengerti xD). Dengan kemampuan setara Dos, otak saya seringkali kejang-kejang jika harus menerima pembahasan atau kata-kata baru. Biasanya butuh seseorang yang 'tegas' yang bisa mengubah data-data mentah itu menjadi lebih matang sehingga dengan mudah tertanam di dalam otak saya. Sayangnya, orang itu tidak ada. Kalau saya paksakan untuk memahami materi itu, biasanya saya akan tersesat di dalam kepercayaan saya sendiri. Akibatnya nggak beda jauh dengan situasi nggak belajat sekali pun. Sama-sama nggak bisa mengerjakan soal.  

Makanya, sekarang saya pusing. Huhuhu.
Jadi, gimana dengan kanji? Gimana dengan bunpo? Akkkkk *lagi-lagi terjun payung*

Stres mode on.


Tuesday, May 28, 2013

Sneak Peek New Novel

Hey Ho!

Selamat malam, Teman!
Setelah kebingungan mencari ide untuk memenuhi list posting bulan Mei, akhirnya saya memutuskan untuk membicarakan novel terbaru saya. Statusnya masih coming soon, sih. Tapi, nggak ada salahnya kalau sounding dari sekarang, kan? Hehehe.

Novel terbaru ini ber-setting di dua tempat. Jakarta, di sebuah gang kecil dan kampus. Jepang, di sebuah kota Shinjuku yang penuh manusia. Tapi, sebagian besar bercerita di Jakarta.

Novel ini adalah novel ke-tiga dewasa muda saya di Gagasmedia, setelah Rain Affair dan If You Were Mine. Yang pada akhirnya diberi judul You Are My Sunshine - Matahari dari Tokyo - ^ ^ Desain sampulnya didesain oleh Mbak Levina Lesmana, yang memberikan kesan seperti ingin pergi ke taman. Hihihi. Tapi, over all, aku suka sekali dengan hasil akhir desain ini.

Oh, ya. Saya juga mau kasih perkenalan karakter utama di dalam novel You Are My Sunshine ini.
Perkenalkan :
Kanazawa Ryouta dan Kristal Katarina. 
Inilah dua tokoh utama yang akan menemni teman-teman dalam novel terbaru saya.

Saya cabut dulu.
Ciao!


ps : main-main ke blog claracanceriana.wordpress.com ya. blog khusus membahas buku saya.

Wednesday, May 1, 2013

Goosehouse

Hola, semua!

Pernah nggak merasakan satu rasa rindu yang tak jelas dari mana asalnya, ketika mendengar sebuah lagu tertentu? Atau katakan saja dari sebuah grup tertentu?

Belakangan, gara-gara teman saya--Himawan, saya akhirnya ngeh sama grup ini. Namanya Goosehouse. Bukan idol grup. Bukan boyband. Apalagi Girlband. Wong, isinya heterogen, kok. Saya sendiri belum begitu paham dengan grup ini. Mereka main musik. Suaranya pun ciamik punya. Sepertinya, kalau ditilik lebih dalam lagi, grup ini (atau band, ya?) banyak meng-cover lagu-lagu keren. Tak ketinggalan lagu-lagu SNSD dan AKB48 juga. Tapi, serius, deh. Di antara semua lagu itu, saya benar-benar merasa perasaan rindu tak jelas itu ketika melihat perform mereka saat meng-cover lagu Mongol800 - Chiisana Koi no Uta. Aransemen mereka terasa begitu menentramkan. Sementara versi aslinya sedikit lebih up tempo. Perasaan mereka saat membawakan lagu ini, rasanya ikut terciprat ke saya. Makanya, sekarang playlist saya rajin memutar lagu itu. Ditambah lagi, saya memang tipe orang yang suka memasang mode repeat one pada lagu-lagu tertentu yang sedang saya sukai.

Ada yang mau coba dengar? Hehehe.

http://www.youtube.com/watch?v=UyJ8Qbh_LH0

Sekian dulu, ah, curhatnya kali ini. Ciao, ya! ^ ^


Friday, April 26, 2013

Candu internet menggila!

Halo, semua!

Berawal dari sebuah surel masuk mengenai notifikasi 'please moderate comment...' di blog sebelah. Ketika saya baca, saya menemukan satu komentar dari Mas Aulawi yang mengatakan kalau sekarang saya lebih sering update dengan blog sebelah. Lalu, otak saya mulai berpikir. Benar juga, ya. Rasanya terlalu lama meninggalkan blog lama, blog yang sudah menjadi tong sampah saya bertahun-tahun, dan memilih dengan blog sebelah. Meski kenyataannya begitu, tapi memang sekarang saya memutuskan untuk memisahkan antara cerita mengenai buku-buku saya, dan mana cerita yang isinya curahatan hati saja. Hahaha. Serius, deh. Nyampur aduk, bikin kepala saya makin pusing saja. Tapi, gara-gara komentar Mas Aulawi juga, loh, saya langsung lari ke blog ini dan berpikir untuk menuangkan satu dua, err...bahkan puluhan, kata-kata. Dan, yang jelas, menyadarkan lagi diri saya yang sudah jarang menulis blog. Entahlah, ya. Terkadang saya tidak tahu lagi harus curhat apa. Hahaha.

Tapi, malam ini saya datang membawa bahan curhatan. Mengenai koneksi internet yang belakangan terasa menyebalkan. Selain tak bisa digunakan untuk mendonlod lagu-lagu terlalu banyak, pun kadang untuk mengirim surel saja sampai urat leher ini nongol saking kesalnya. Jujur saja. Saya sebal dengan koneksi lamban. Buat saya selain mengganggu kesenangan, mengganggu aktifitas juga. 

Kemarin ini sempat mencak-mencak karena koneksi menyebalkan ini. Ceritanya saya mau meng-upload kaver buku terbaru. Namun, yang ada, berulang kali mencoba hasilnya nihil. Rasanya ingin ngomel-ngomel sama layar laptop. Alhasil saya posting tanpa gambar. Menyedihkan. 

Belakangan, sih, sepertinya sudah berhasil. Semoga ke depannya juga tidak ada masalah lagi.

Tapi, benar nggak, sih? Kata sebuah penelitian, di tahun 2013 ini, bagi orang yang tidak bisa hidup tanpa internet maka orang itu telah terjangkit sebuah penyakit jiwa. Whoa, kalau begitu, saya kena penyakit jiwa itu, dong?! *ketawa miris* Saya belum searching lagi mengenai kebenaran berita itu. Mungkin saja, hanya sekadar wacana tanpa ada bukti-bukti yang mendukung ke arah sana. Tapi, fakta bahwa kehidupan kita sekarang sangat membutuhkan internet, juga tidak bisa terabaikan begitu saja, ya. Terlalu banyak hal yang membuat internet seperti menjadi raja. Seperti shabu. Yang jika tidak dituruti akan mendatangkan gejala gelisah, panik, tidak tenang, dll. Ya, persis orang yang jatuh ke dalam obat. Candunya internet, benar-benar menggila!

Entah, beberapa tahun lagi. Saya jadi ngeri membayangkannya. 

Sekian dulu untuk malam ini, ya. Ciao!